Wednesday, October 22, 2014

Allah Menyelamatkanku dan Mengobati Lukaku

-Catatan, 12-15 Oktober 2014-
Aku bahagia banget beberapa hari ini karena aku bisa mendapatkan beberapa hikmah yang indah dari kejadian yang Allah takdirkan buat aku, yang mana kejadian ini sempat membuat aku kaget, panik, dan sedih. Hari minggu, aku dibuat kaget dengan berita bahwa tes kerja yang aku lamar yaitu tes psikotes ternyata sudah dilakukan pada hari Sabtu tanpa adanya pemberitauan sebelumnya. Ya, aku ketinggalan berita itu jadi aku tidak bisa mengikuti tes psikotes dan tidak juga mengumpulkan berkas administrasi yang memang dilakukan pada hari yang sama, Sabtu. Padahal harapan untuk bisa diterima sangat besar dalam diriku. Kenapa? karena aku ingin segera bekerja dan menikah.
Sempat syok dengan kejadian itu, rasanya udah nyesek. Kemudian, aku dinasehati untuk tenang oleh dia. Dia yang baik banget sama aku, dia yang selalu mengingatkanku akan kebesaran Allah, begitu sayangnya Allah sama aku. Dan dia yang Allah pertemukan denganku di masa harapan yang aku miliki seakan hilang. "Pasrahkan semua sama Allah", ucapnya. Apa yang terjadi, itulah yang terbaik. Andaikan harus gagal karena tidak ikut psikotes, berarti memang Allah menyiapkan sesuatu yang indah di luar sana.
Allah Menyelamatkanku
Setelah aku merenung beberapa waktu, aku kemudian tersadar bahwa Allah sedang menyelamatkanku. Jika pemberitauan tes psikotes sampai di telingaku, hari itu pasti aku datang tes psikotes dan aku pasti akan bertemu dan seruangan dengan seseorang yang memberi luka paling besar, paling menyakitkan hatiku. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana jadinya ketika aku harus bertemu dengannya selama 6 jam (waktu tes berlangsung). Aku mungkin akan terluka, aku mungkin tidak bisa menyembunyikan emosiku, aku mungkin tidak bisa konsentrasi menjalani tesnya. Allah tau bahwa hatiku belum baik, masih sakit. Ini adalah cara Allah melindungiku, melindungi hatiku. Aku sangat bersyukur karena aku yakin bahwa Allah sedang menyelamatkanku. Alhamdulillah.
Perjuanganku Dimulai
Hari Senin, aku mulai berjuang. Aku berusaha mencari informasi tentang pelaksanaan psikotes tersebut ke berbagai pihak. Ya, aku berusaha sangat keras, aku menemui dosen-dosenku, menemui tata usaha, administrasi hingga menelepon kepala bidang kepegawaian. Dari pagi aku berusaha me-loby agar tes psikotes bisa dilaksanakan kembali untuk orang-orang yang belum melaksanakannya karena pemberitauan yang tidak sampai. Aku benar-benar berusaha sampai sore hari dan memang ternyata masih ada 50% peserta tes psikotes yang belum melakukan psikotes. Tapi hari Senin itu masih belum ada konfirmasi akan diadakan penjadwalan tes psikotes lagi. Hikmah yang aku dapat adalah aku bisa bertemu dan sharing dengan dosen-dosen yang sudah lama tidak aku temui dan mendapatkan support dari mereka. Terima kasih. Kabar gembira yang membuatku bahagia lagi adalah dua orang yang aku sayangi dan hormati, dosen dan tetehku sekarang sedang hamil. Aku bahagia...Alhamdulillah.
Hari Senin malam, aku menyiapkan banyak berkas untuk aku kirim walaupun memang sudah terlambat karena harus dikirim pada hari tes psikotes, hari Sabtu tapi setelah aku telpon bagian kepegawaian, aku masih bisa menyusul mengirim berkasnya. Aku menyiapkan lamaran kerja, CV, dll dan aku juga menyiapkan itu untuknya. Akan tetapi, fotokopi transkrip dan ijazahnya, tidak ada bersamaku. Dia tidak bisa mengurusnya karena dia sedang di luar kota. Qodarullah, adiknya menghubungiku, mengajakku bertemu untuk memberikan berkas yang dibutuhkan sebagai kelengkapan berkas administrasi. Aku tak mengerti tapi aku bahagia banget karena aku akan bertemu dengan adiknya.
Hari Selasa pagi, aku dan adiknya bertemu di kampus. Adiknya sangat sopan dan baik banget. Ya, aku merasa sangat bahagia, aku merasa begitu dihargai. Hari itu juga aku menemui kepala kepegawaian, mengumpulkan berkas administrasi dan Alhamdulillah semua berjalan lancar. InsyaaAllah nantinya akan dilakukan psikotes susulan dan juga wawancara.
Allah Mengobati Lukaku
Beberapa waktu lalu memang aku merasa luka di hati ini terasa begitu sakit, aku begitu emosional karena memang saat itu seseorang yang membuat luka besar di hati datang menggangguku. Tak hanya itu, aku merasa sangat sedih karena persahabatan yang tidak tulus dengan beberapa temanku sangat mengganggu pikiranku. Beberapa waktu kemudian ternyata Allah menyelamatkanku sehingga aku tidak bertemu dengan orang yang menyakitiku. Allah tak ingin lukaku semakin sakit. Tidak hanya itu, Allah bahkan memberiku obat untuk menyembuhkan lukaku, Allah membantuku, mempertemukanku dengan orang-orang yang baik (Dia yang baik banget sama aku, Adiknya, Ibu Dosen, Teteh) dan menghubungkanku dengan salah satu sahabatku, sahabat yang menjadi inspirator hidupku, yang memberikan support buat aku di masa sulitku. Makasih, Fifin...
Memang Allah selalu menyiapkan obat untuk setiap luka, Allah memberikan kebaikan di tiap ujian yang kita hadapi.
Terima kasih untuk obat-obat ini, Ya Allah. Ketika aku bertemu, berinteraksi dengan orang-orang baik yang memperlakukanku dengan sangat baik, rasanya luka ini mulai terobati. Aku begitu bahagia banget...:-)




0 comments:

Post a Comment

 
may2sdiary Design by: Yanmie at Permata Hatiku