Monday, July 12, 2021

Catatan

 Wanita paling terhormat adalah wanita shalihah. Dia menjaga Allah, maka Allah menjaganya. (RF)

Cerita Kami


Cerita Januari 2018
  • Depok : Pergi ke nikahan Aul (6 Januari 2018)
  • Bandung : Piknik ke Dream Park bersama keluarga Abang
  • Lampung : Bapak dan Resha liburan ke Lampung (22 Januari 2018)
Cerita Mei 2018
  • Piknik ke pemandian air panas di Natar (12 Mei 2018)
  • Menjadi pengawas SBMPTN 2018
Cerita Juni 2018
  • Mudik ke Wonogiri dengan naik pesawat Sriwijaya Air (Lampung-Yogyakarta). Sampai di Bandara Adi Sucipto Yogyakarta, dijemput oleh Akung Uti dan Atita kemudian buka bersama di warung makan tradisional. 


Cerita di Jogja (September 2018)
  • PKBI Abang di UNY
  • Mudik hampir setiap minggu sekali (Sabtu-Minggu). Ibrahim bahagia ketemu Akung, Uti, Atita.
  • Kos di Cozy Living Kos dekat banget dengan UPT Bahasa UNY, eksklusif kos (AC, TV kabel, WIFI, air panas, daput, ganti sprei dan dibersihin setiap bulan) dengan harga Rp 3.250.000/bulan.
  • Les IELTS di UNY Senin-Jumat pukul 16.00-17.40 dengan harga Rp 1.500.000/30 pertemuan.
  • Piknik ke Pantai Sembukan
  • Piknik ke Pantai Nampu
  • Kuliner dan jalan-jalan ke Taman Lampion Jogja dengan harga masuk Rp 20.000/orang. 
  • Kuliner favorit ke Aldan, Waroeng Steak, Bakso Tengkleng Pak Bambang, Warung Amanah
  • Ibrahim belajar dan eksperimen ke Taman Pintar dengan harga masuk Rp 20.000/orang (28/11/2018).

Thursday, June 9, 2016

Kelahiran Dedek 24 April 2016

Hari itu tanggal 23 April 2016 tepat di hari Sabtu. Aku beserta Bapakku pergi ke Jogja menjemput suamiku dari dinas kuliah lapangan di Kebumen. Suamiku sengaja pulang ke rumah orang tuaku untuk menjengukku padahal kuliah lapangan baru berakhir tanggal 2 Mei nanti. Sepulang dari Jogja kami menyempatkan diri ke Museum Karst, Praci. Kami berkeliling dan foto bersama. Sekitar pukul 5 sore kami sampai di rumah. Malam harinya sekitar pukul 23.00, perutku terasa mulas sampai-sampai aku terbangun dari tidurku. Dan semakin lama rasa mulasnya semakin menjadi-jadi. Aku sampai tidak bisa tidur nyenyak. Ketika mulas datang, aku terbangun. Pukul 03.00 dini hari tanggal 24 April aku sudah benar-benar tidak bisa tidur. Akhirnya aku bangun dan duduk di ruang keluarga. Aku memberi tahu ibuku tentang mulas yang aku rasakan. Aku masih mampu menahannya karena mulasnya tidak jauh beda dengan rasa mulas ketika hari-hari awal haid. Sekitar pukul 6 pagi mulasnya semakin terasa dan mulai keluar lendir bercampur darah. Mulailah aku dan keluarga (ibu, bapak, suami) berpikir bahwa proses persalinan akan segera tiba. Kami memutuskan untuk segera ke klinik Bunafsi, Wonogiri untuk memeriksakan diri. Pukul 7 pagi kami berangkat. Budhe Slamet ikut menemaniku.
Sekitar pukul 9 pagi, aku masuk ruang periksa di klinik tersebut. Aku diperiksa oleh dua bidan dan ternyata sudah pembukaan 5. Mereka sempat heran karena aku masih terlihat biasa saja (tidak terlihat kesakitan...masih bisa ketawa-tawa) padahal sudah pembukaan 5. Kami kemudian mengambil kamar edelweis di lantai 2 untuk rawat inapku nanti. Aku ditemani suamiku menyempatkan diri jalan-jalan naik turun tangga di sekeliling klinik tersebut untuk mempercepat proses pembukaan. Pukul 11 lebih, rasa mulas semakin menjadi dan aku semakin meringis kesakitan, sudah kesulitan untuk ketawa-ketawa lagi. Aku memutuskan untuk segera ke ruang bersalin. Suamiku yang sebelumnya penakut (takut sekali dengan banyak darah) tiba-tiba menjadi pemberani. Dia memutuskan untuk menemaniku selama persalinan. Alhamdulillah...:-)

Sunday, June 5, 2016

Cerita Kehamilan Pertamaku

Hari Pertama Haid Terakhir (30 Juni 2015)

Hari ini aku haid lagi setelah beberapa bulan sebelumnya aku berharap aku tidak mendapatkan haid. Aku dan suami sedang menunggu kehadiran sang buah hati sejak pernikahan kami tanggal 22 Maret 2015. Kami berharap Allah mudahkan semuanya. Aku haid dari tanggal 30 Juni sampai tanggal 7 Juli 2015. Kemudian beberapa hari setelahnya kami mudik lebaran ke Wonogiri. Suamiku diam-diam berdoa khusyuk tanpa sepengetahuanku, memohon kepada Allah agar kami segera dikaruniai seorang bayi. Sedang aku, berusaha berdoa dan berserah pada apa yang ditetapkan Allah untuk kami. Aku berusaha enjoy walaupun beberapa orang tak jemu menanyakan padaku sudah hamil atau belum.

Liburan Lebaran

Tanggal 22 Juli 2015 aku, suami, bapak-ibu dan adikku pergi piknik ke pantai di daerah Gunung Kidul (Pantai Baron, Kukup, Indrayanti). Perasaan bahagia menyelimuti hatiku dan suami. Terima kasih atas anugerah yang telah Allah berikan pada kami. Kami dikelilingi keluarga yang baik. Alhamdulillah.
Tanggal 23 Juli 2015 bercak darah muncul. Aku pikir aku akan segera haid. Namun sampai tanggal 30 Juli 2015 haid tak kunjung datang padahal saat itu aku merasakan kram di perut seperti tanda-tanda datang bulan. Aku berdoa semoga haid tidak datang dan aku hamil.
Akhir Juli kami ke Bandung menghadiri pernikahan adik suami. Alhamdulillah pernikahannya berjalan lancar dan kemudian kami pulang menuju Lampung dan bersiap untuk bekerja lagi.

Tanda-Tanda Kehamilanku

Sampai bulan Agustus 2015 haid tidak datang. Pada suatu malam aku sempat bermimpi aku hamil. Ketika aku terbangun aku berdoa semoga mimpi ini benar menjadi nyata dan kemudian aku ceritakan kepada suamiku. Pertengahan bulan Agustus mengingat haid yang tak kunjung datang, kami putuskan untuk membeli testpack dan Alhamdulillah dari hasil testpack muncul 2 garis (tetapi yang satu berwarna merah muda). Aku masih bingung apakah aku hamil atau tidak. Aku berusaha mengontrol diriku dan berkata dalam hati, semoga memang benar aku sedang hamil. Jika memang iya, maka aku memohon agar Allah menjaga kandunganku. Aamiin.
Tanggal 28 Agustus 2015 mulai aku merasakan linu pada payudara, pegal linu, sakit punggung, kembung, kelelahan dan sering kentut-kentut. Tanggal 2 September 2015 perutku terasa kencang, payudara mulai membesar dan aku mulai mengalami kenaikan berat badan. Tanggal 26 September 2015 aku dan suami pergi ke bidan dekat rumah dan saat itu bidan bilang aku sedang hamil tapi masih kecil banget usia kandungannya. Mengingat tempat kerjaku dengan rumah agak jauh dan naik motor untuk ke sana, aku berusaha menguat-nguatkan dedek bayi yang ada dalam kandunganku, “dedek yang kuat ya”.
Tanggal 24 Oktober 2015 berat badanku 43 kg (naik 2 kg dari sebelum hamil).  Aku masih merasakan pegal linu ditambah sakit kepala, sakit leher dan mulai jerawatan. Aku mengalami kesusahan makan tetapi terkadang tiba-tiba muncul rasa pengen banget makan sesuatu yang aku pengenin. Apakah aku mulai merasakan yang disebut orang-orang dengan mengidam?....Biasanya pengen banget minum kelapa muda, makan steak, sop, bakso tapi kesusahan makan makanan padang, telur, ikan laut.
Tanggal 20 November berat badanku naik lagi menjadi 45 kg. Alhamdulillah. Baik-baik ya dedek...love you..Aku sering sekali bermimpi dedeknya perempuan tapi suami kalau liat mainan anak pasti kepengen beli mainan anak cowok, sering bilang nanti dedeknya dibeliin ini ya. Terus aku bilang kan belum tentu dedeknya cowok tapi suami sepertinya punya feeling anaknya cowok deh...
Beberapa teman di kantor sering bilang, kayaknya anaknya cowok deh. Mereka melihat dari berbagai sudut pandang, ada yang melihat bentuk perutku besarnya maju ke depan bukan menyamping. Ada yang melihat ketika anak perempuan temenku yang tidak mau aku gendong lagi setelah aku hamil. Ada yang melihat ketika anak laki-laki temenku yang nempel terus sama aku waktu ketemu aku. Entahlah aku sendiri malah nggak tau cuma kalau inget mimpi itu sepertinya anaknya cewek. Cowok ataupun cewek semuanya terbaik yang diberikan Allah untuk kami. In syaa Allah....^_^.
Awal januari aku dan suami sibuk jalan-jalan. Banyak pengeluaran di bulan ini tapi in syaa Allah memang kebutuhan yang harus kami beli dan semoga berkah..Aamiin. Tanggal 3 Januari 2016 berat badanku naik menjadi 46 kg...Alhamdulillah. Mulai tanggal 7 Januari dedek bayi dalam perut banyak geraknya. Alhamdulillah merasakan kebahagiaan bisa hamil dan merasakan gerakan dedek bayi. Baik-baik ya sayang....

Wednesday, November 18, 2015

Hari-hari di Lampung

Catatan 30 Maret 2015


Aku tiba di Bandar Lampung bersama suamiku. Tak pernah kubayangkan sebelumnya kami akhirnya harus tinggal menetap di kota yang baru kami singgahi ini. Perjalanan kami mulai dari Wonogiri, setelah kami menikah kami menuju Bandung ke rumah keluarga suami. Setelah kami beres-beres barang yang dibantu oleh Umi dan Bapak, tanggal 29 Maret kami berangkat ke Lampung dengan menggunakan bus Damri. Pukul 19.00 bus kami berangkat dan kami melewati selat Sunda menggunakan kapal laut. Alhamdulillah pukul 04.00 kami sampai di Rajabasa, Bandar Lampung. Kami kemudian menuju rumah Umi di Rajabasa. Setelah kami beres-beres, kami berangkat menuju kampus tempat kerja kami. Alhamdulillah hari pertama kerja kami berjalan lancar. Terima kasih atas nikmat-Mu.
Saat ini kami terus beradaptasi dengan panasnya Bandar Lampung. Semoga keberkahan selalu bersama kami dan Allah selalu memberi petunjuk bagi kami untuk terus semakin dekat dengan-Nya. Aamiin.



 
may2sdiary Design by: Yanmie at Permata Hatiku